Month: May 2017

Inilah 6 Manfaat Buah Leunca Yang Bikin Merinding

6 Manfaat Buah Leunca

Keputihan

Salah satu manfaat buah leunca bagi perempuan adalah mengatasi gangguan di area intim yakni keputihan. Cara membuat ramuan leunca untuk mengobati keputihan, cukup mudah yaitu dengan menyiapkan bahan-bahan yang berikut ini.

30 gram bunga putih jengger
30 gram daun leunca
Rebus semua bahan yang sudah disiapkan menggunakan air sebanyak 3 gelas
Tunggu beberapa saat hingga air bersisa satu gelas saja
Minum ramuan daun leunca bersama campuran putih jengger tersebut secara rutin sebanyak dua kali dalam satu hari

Mengatasi radang kulit

Bagi Anda yang mengalami radang kulit, Anda tidak perlu repot mencari obat-obatan berbahan kimia untuk menanganinya. Karena ternyata, tanaman buah leunca dapat digunakan untuk mengatasi radang kulit yang muncul dan menganggu kesehatan kulit. Berikut ini cara- caranya.

Sediakan 60 gram herbal segar atau kering dengan takaran 30 gram
Selanjutnya rebus ke dalam air. Cukup gunakan 3 gelas saja
Tunggu beberapa saat hingga air rebusan berkurang dan hanya tersisa sebanyak 1 gelas saja
Konsumsi ramuan tersebut di atas sebanyak 2 kali dalam sehari

Biduran atau penyakit kaligata

Bagi Anda atau mungkin salah satu anggota keluarga yang tengah mengalami biduran atau penyakit kaligata, bisa menggunakan tanaman buah leunca sebagai alternatif pengobatannya. Cara membuat ramuan dari buah leunca ini tergolong mudah yaitu dengan melumatkan tanaman leunca lalu gunakan untuk menggosok area tubuh yang tengah mengalami biduran.

Saat menggosok, pastikan jika kulit tubuh berubah menjadi warna kehijauan. Lakukan kegiatan ini sebanyak 2 atau 3 kali dalam sehari, hingga sembuh.

Mengatasi infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing adalah salah satu jenis penyakit yang harus segera diobati jika tidak ingin dampaknya berlarut-larut. Cara mengatasi infeksi saluran kencing, bisa dilakukan dengan cara yang berikut ini.

30 gram buah leunca
Rumput lidah ular sebanyak 30 gram
Sediakan pula meniran dengan takaran 30 gram
Rebus semua bahan yang telah Anda siapkan di atas menggunakan 3 gelas air bersih
Tunggu hingga air rebusan menjadi 1 gelas air minum
Minum ramuan sehat satu ini sebanyak 3 kali dalam sehari

Mata kering

Salah satu gejala yang acap kali muncul dan bisa sewaktu-waktu menganggu kegiatan sehari- hari adalah mata kering. Banyak orang yang lantas menggunakan obat-obatan kimia yang terkadang justru berbuntut panjang akibat tidak cocok dengan mata kita.

Mengobati mata kering, nyatanya bisa dilakukan dengan buah leunca yakni dengan mengkonsuminya secara rutin sebanyak 15 buah. Lakukan sebanyak 3 kali dalam sehari.

Disentri

Satu lagi penyakit yang bisa disembuhkan menggunakan tanaman buah leunca yakni disentri.

Siapkan 50 hingga 60 gram daun leunca yang masih segar
25 gram gula putih
Rebus semua bahan menggunakan 3 gelas air lalu tunggu hingga bersisa 1 gelas saja
Minum sebanyak 3 kali dalam sehari. Cukup satu gelas tiap minum

Buah leunca beserta daunnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Bagi Anda yang mengalami gangguan kesehatan seperti ragam penyakit di atas, Anda bisa menggunakan tanaman yang satu ini sebagai alterntif penyembuhannya. Demikian artikel mengenai manfaat buah leunca beserta daunnya. Semoga dapat bermanfaat dan mampu menambah pengetahuan bagi kalangan pembaca.

10 Fakta Menarik tentang Peuyeum Bandung

Peuyeum bandung menjadi salah satu oleh-oleh paling familiar dari Kota Bandung, Jawa Barat. Tidak hanya di Bandung, peyeum bandung juga dijual di beberapa daerah sekitar Bandung.

Peuyeum bandung punya citarasa khas. Selain soal citarasa, ada fakta-fakta menarik yang menjadi daya tarik lain dari kuliner tradisional ini. Berikut merahputih.com rangkum 10 fakta menarik dari peyeum bandung oleh-oleh khas Kota Kembang ini.

1. Tapai singkong

Peuyeum bandung merupakan bahasa Sunda untuk tapai singkong atau ubi kayu. Peuyeum bandung berarti tapai singkong khas dari Bandung.

Nama Sunda dari singkong yaitu sampeu. Di daerah seperti Banten, nama lain dari singkong yaitu dangdeur.

2. Colenak

Colenak merupakan penganan olahan peuyeum. Meski tak banyak disebut sebagai olahan lain dari peuyeum bandung, tapi kuliner ini juga berasal dari Bandung yang pastinya menggunakan bahan peuyeum bandung.

Colenak berarti dicocol enak. Ini menjadi olahan peuyeum yang sangat unik karena diolah dengan cara dibakar. Harum peuyeum yang hangus, dan campuran gula jawa dan serutan kelapa, sangat enak.

3. Penghangat tubuh

Salah satu manfaat peuyeum bandung yaitu menghangatkan tubuh. Efek hangat ke tubuh ini berasal dari fermentasi peuyeum ini.

Pemanfaatan tapai singkong untuk penghangat tubuh telah dilakukan orang-orang dulu karena kondisi geografis Jabar yang umumnya daerah ketinggian. Begitu juga di Bandung, suhu udara dingin bisa diusir dengan mengkonsumsi peuyeum.

4. Tapai singkong kering

Peuyeum bandung merupakan jenis tapai singkong kering. Dibanding dengan tapai basah, tapai kering ini bisa tahan lebih lama.

Tanah lamanya peuyeum bandung menjadi daya tarik lain untuk menjadikannya oleh-oleh. Biasanya, para pembeli meminta tapai yang belum masak atau yang belum empuk bila perjalanan ke tempat tujuan membutuhkan waktu lama. Setelah tiba di rumah, baru peuyeum bandung ini matang.

5. Peuyeum gantung

Peuyeum gantung sebutan lain dari peuyeum bandung. Peuyeum gantung berarti tapai yang digantung.

Di tempat penjualan oleh-oleh, peuyeum-peuyeum bandung berciri khas digantung berkelompok dengan posisi bagian ujung peuyeum di bawah. Peuyeum bandung diikat dengan tali terbuat dari bambu agar mudah terlihat oleh para pengendara yang lewat.

6. Peuyeumpuan

Peuyeumpuan Bandung merupakan pelesetan dari peuyeum bandung. Pelesetan ini maksudnya “perempuan Bandung”. Kata-kata ini menggambarkan tentang Bandung yang terkenal dengan perempuan-perempuannya cantik.

Saat ini, peuyeumpuan sudah menjadi salah satu merek dari peuyeum yang dikemas lebih modern. Yaitu tapai singkong kering bermerek Peyeum Puan.

7. Lagu peuyeum bandung

Peuyem bandung diabadikan melalui sebuah lagu berbahasa Sunda berjudul “Puyeum Bandung.” Setidaknya, dengan mendengarkan lagu ini tergambar seperti apa penganan pueyeum bandung.

Lagu ini mengajak kepada para pendengar untuk mencoba penganan khas Kota Kembang ini. Salah satu liriknya, mangga cobian bilih panasaran, peuyeum ti bandung heunteu sembarang, artinya silakan coba takutnya penasaran, peuyeum dari Bandung tak sembarangan.

8. Jalur Cianjur

Jalan Bandung-Cianjur merupakan salah satu jalur yang terdapat pusat-pusat penjualan peuyeum bandung. Jalur ini sangat terkenal untuk berburu peuyeum bandung. Selain peuyeum, terdapat juga banyak kuliner khas Jabar yang dijual lainnya seperti manisan cianjur.

Jalur Bandung-Cianjur sangat terkenal akan oleh-olehnya terutama sebelum ada Tol Cipularang. Selain di Jalur Bandung-Cianjur, peuyeum bandung juga mudah dicari di perbatasan Sumedang-Bandung dan Cileunyi dan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

9. Kuliner khas Tatar Pasundan

Peuyeum merupakan kuliner khas Jawa Barat atau Tatar Pasundan. Meski yang terkenal peuyeum bandung, daerah lain juga asal muasal kuliner ini. Di daerah lain di Jawa Barat, ini hanya dikenal dengan nama peuyeum sampeu.

Sebelum populer dengan peuyeum bandung yang dijajakan di toko-toko oleh-oleh, peuyeum sampeu dijajakan oleh para pedagang keliling. Namun saat ini, pedagang keliling peuyeum sampeu sudah sulit ditemukan.

10. Leuwi Panjang

Salah satu pusat penjualan peuyeum bandung yang hingga kini masih tetap eksis yaitu Terminal Leuwi Panjang. Di terminal ini, pecinta kuliner nusantara dapat menemukan peuyeum bandung baik di dalam terminal maupun kawasan luar terminal.

Masakan Khas Sunda yang Semakin Langka

Makanan khas Sunda itu ragam rupanya. Mulai dari jajajan hingga makanan berat. Bicara tentang makanan berat, nasi liwet, nasi timbel, karedok, dan gepuk adalah beberapa contoh masakan Sunda yang jadi primadona. Masakan tersebut dijajakan di pedagang kaki lima hingga rumah makan ternama. Sayangnya, seiring dengan kian populernya beberapa kuliner khas Sunda, banyak pula masakan Sunda yang mulai terlupakan alias langka.

Kuliner tradisional perlahan tergerus dan tersisihkan seiring dengan munculnya waralaba kuliner asing di berbagai kota. Hal ini membuat terjadinya pergeseran cita rasa dan selera. Karena menurunnya minat pembeli, produksi berkurang, dan keberadaannya pun perlahan menghilang. Kalau makan ke rumah makan Sunda, beberapa makanan ini mulai susah ditemukan atau mungkin ‘nggak ada di daftar menu yang tersedia.

Ulukutek leunca

Ulukuteuk leunca adalah tumisan pedas dengan bahan dasar leunca (ranti) dan oncom. Masakan ini memang tidak terlalu susah ditemukan di rumah makan Sunda. Sayangnya, penggemar makanan ini didominasi oleh para orang tua, dan dianggap kurang berselera di kalangan anak muda.

Pencok hiris

Pencok hiris ini kayak karedok. Bahan dasarnya kacang hiris (kacang gude), atau bisa juga pake kacang panjang, yang kadang ditambah terong dan sedikit kemangi. Paduan terasi bakar, asam jawa, dan cabai rawit yang menjadi bumbunya membuat masakan ini terasa menyegarkan dan membuat makan makin berselera. Pencok masih sering tersaji sebagai masakan rumahan, tapi sulit ditemukan di restoran.

Angeun lompong

Anda mungkin mengira kalau talas hanya bisa diolah dengan cara dikukus atau dibuat keripik. Ternyata, batangnya pun dapat dioleh menjadi lauk pauk yang nikmat. Masa iya..? Iya dong, salah satunya angeun lompong khas Jawa Barat. Dalam bahasa Indonesia, “angeun” bisa diartikan sebagai sayur (makanan berkuah). Sedangkan lompong itu sendiri merupakan sebutan untuk batang talas. Lompong ini bisa dimasak seperti gulai ataupun dimasak kayak sayur lain tanpa memakai santan. Sayangnya, saya belum pernah melihat makanan ini ada dalam daftar menu di resto atau warung makan khas Sunda di Bandung yang pernah saya kunjungi.

Angeun tutut

Olahan siput yang terkenal di Jawa Barat adalah angeun tutut. Bahan dasarnya adalah siput sawah yang dalam bahasa Sunda disebut tutut. Angeun tutut dibuat dengan bumbu kunyit yang dicampur berbagai rempah. Angeun tutut ini paling cocok untuk teman kumpul keluarga. Hingga saat ini, tutut masih mudah ditemukan di pasar kaget hari minggu kayak di Gasibu. Tapi, cukup sulit menemukan menu tutut di rumah makan atau restoran.

Kuliner tradisional Jawa Barat ini jadi sajian primadona delegasi KAA

Konferensi Asia Afrika adalah konferensi tingkat tinggi yang dihadiri oleh banyak kepala negara dari Asia dan Afrika yang digelar di Bandung, Jawa Barat tahun 1955.

Sebagai tuan rumah, Jawa Barat mencoba untuk memberikan suguhan terbaik bagi tamu-tamunya. Dalam hal makanan dan minuman, ada beragam makanan khas Sunda yang dijadikan jamuan. Beberapa makanan disajikan lagi dalam peringatan KAA di tahun-tahun berikutnya.

Khusus pada peringatan ke-60 pada tahun ini, direncanakan akan disajikan pula beberapa makanan “bersejarah KAA”, seperti bandrek, colenak. Ada juga menu baru seperti ubi cilembu.

Untuk mengingat kembali sejarah KAA, khususnya kuliner yang pernah disajikan, brilio.net merangkumnya khusus untuk kamu.

1. Bandrek

Bandrek adalah minuman khas Bandung, biasanya disajikan malam hari. Minuman ini pernah disajikan saat KAA berlangsung tahun 1955. Bandrek disajikan untuk menghangatkan tubuh karena Bandung dahulu berhawa dingin. Bandrek terbuat dari jahe dan gula merah, Biasanya juga ditambahkan rempah-rempah penghangat tubuh lainnya

2. Bajigur

Sama halnya dengan Bandrek, hawa dingin kota Bandung membuat para leluhur ibu kota Priangan itu suka membuat Bajigur, minuman yang juga menghangatkan tubuh. Bajigur juga disajikan tahun 1955. Bahan utama minuman khas Bandung ini adalah gula aren dan santan yang dicampur dengan jahe, garam dan bubuk vanili.

3. Colenak

Colenak adalah singkatan dari dicocol enak. Bahan utamanya adalah tape atau peuyeum peyeum yang dibakar dan disajikan dengan saus yang dibuat dari parutan kepala dan gula merah. Sayangnya dalam gelaran KAA tahun 2015 colenak terancam tidak disajikan karena dianggap bisa membuat delegasi sakit perut.

4. Surabi

Surabi atau serabi adalah makanan khas di beberapa daerah di Indonesia. Bahan utamanya adalah tepung beras yang dicampur santan. Memasaknya cukup khas yaitu dimasak di atas semacam wajan yang terbuat dari tanah liat. Surabi ini cocok disajikan saat malam ataupun pagi hari sebagai teman ngeteh.

5. Dadar gulung

Bahan dasar makanan ini adalah tepung terigu, santan dan telur untuk membuat kulitnya, sedangkan isinya bisa bermacam-macam tergantung selera. Pada awalnya hanya berisi parutan kelapa muda yang dicampur gula merah dan daun pandan untuk penyegar aromanya.

Nah, dalam KAA pertama tahun 1955, menurut pengakuan Popong Otje Djundjunan atau yang terkenal dengan nama Ceu Popong, ada 10 gadis muda yang terpilih yang mendampingi delegasi saat acara makan malam, di malam penutupan KAA. Salah satu tugasnya menjelaskan pada delegasi KAA mengenai makanan tradisional dari Jabar tersebut.